Procurement

Ada sebuah perusahaan perkebunan sawit lengkap dengan pabrik pengolahannya. Lokasi pabrik dan kebun serta kantor pusat tersebar di berbagai kota.

Business Process procurement-nya bertingkat-tingkat. Mulai dari permintaan pembelian dari masing-masing divisi, lalu disetujui oleh manajer terkait, naik terus hingga untuk jumlah tertentu harus sampai ke direksi. Lanjut ke bagian permintaan penawaran harga.

SOP-nya mengharuskan minta penawaran harga ke minimal 3 vendor. Lalu dari harga yang sudah masuk, bagian purchasing bisa memilih barang-barang mana dibeli dari vendor-vendor mana. Setelah itu ada manajer yang akan, bukan hanya approve, tapi juga bisa menganulir dan mengganti keputusan staf.

Lanjut sampai ke Purchase Order hingga ke penerimaan barang dari vendor yang terintegrasi ke stok di software akuntansi.