Use Case Biz-A BPM di Bidang Manufacturing

Make To Order

Ada sebuah pabrik trafo yang menggunakan Biz-A untuk mensistemasikan proses produksi di floor-nya.
Mulai dari rencana produksi oleh PPIC.
Lanjut ke pembuatan jadwal produksi langsung oleh mandor/kepala regu. Mandor ini juga punya kuasa untuk mengubah jadwal produksi sesuai dengan kondisi lapangan saat ada mesin atau operator yang tidak tersedia.
Setiap proses produksi tercatat hanya dengan label dan barcode scanner.

Hasilnya:

  • Visibilitas produksi meningkat.
  • Perhitungan cycle time tiap proses terhitung dengan tepat.
  • Audit produksi bisa dilakukan dengan akurat.
  • Operator produksi senang karena terbebas dari pekerjaan paperwork yang makan waktu dan membosankan serta gampang terjadi kesalahan.
Mf 1.0

Make to Stock

Biz-A dirancang di sebuah pabrik untuk menjaga ketersediaan stok agar selalu tersedia saat order masuk, namun jumlahnya tidak terlalu banyak yang mengakibatkan dead stock.
Dengan menerapkan sistem Kanban untuk buffer stock dan mencatat setiap proses produksi secara terintegrasi, rencana produksi bisa dibuat dengan akurat sesuai dengan kebutuhan. 

Hasilnya:

  • Order penjualan bisa selalu dipenuhi namun stok juga secukupnya.
  • Profit perusahaan meningkat.
  • Dead stock berkurang.
  • Serta tersedia ruang kosong untuk ekspansi tanpa perlu beli pabrik baru.

Untuk melihat fitur Biz-A BPM yang dirancang khusus untuk manfacturing, silakan lihat Biz-A Manufacturing Execution System (MES).