revolusi industri 4.0

Revolusi Industri 4.0

Revolusi Industri 4.0 ala Pak Jokowi

Istilah revolusi Industri 4.0 tiba-tiba ramai dibicarakan di Indonesia sejak Pak Jokowi menjadikan hal tersebut visi beliau. Namun sebagai orang awam, tentunya banyak yang tidak paham apa itu revolusi industri 4.0, apa dampaknya untuk Anda dan pabrik Anda dan bagaimana agar Anda bisa ikut terlibat atau paling tidak ikut arus revolusi ini?

Bila Anda termasuk yang belum paham akan hal itu, maka tulisan ini adalah untuk Anda.

Sejarah Revolusi Industri

Sebelum kita masuk ke revolusi industri 4.0, ada baiknya kita bahas dulu mengenai sejarah revolusi industri 1 hingga 3.

Revolusi Industri 1.0

Revolusi industri 1.0 dipicu oleh penemuan mesin uap. Hal ini terjadi di antara tahun 1760 hingga 1820 hingga 1840. Revolusi ini banyak terpusat di Eropa dan Amerika, atau lebih tepatnya di Inggris. Industri yang terkena dampaknya adalah industri tekstil.

Indonesia belum pernah menikmati masa ini karena pada saat itu Indonesia masih berada di bawah penjajahan Belanda.

Revolusi Industri 2.0

Revolusi industri yang kedua terjadi di antara tahun 1870 hingga 1914. Hal ini dipicu oleh pemanfaatkan listrik sebagai penggerak menggantikan mesin uap. Pada masa ini, industri transportasi dan telekomunikasi mengalami kemajuan yang pesat. Juga ditandai dengan peningkatan pesat tingkat ekonomi negara yang menjalaninya yang masih berpusat di Eropa & Amerika.

Sayangnya, di jaman itu, walaupun Indonesia sudah mengenal peralatan produksi listrik, namun itu karena dibawa oleh penjajah Belanda ke Indonesia dan digunakan semaksimalnya untuk kepentingan kolonial.

Revolusi Industri 3.0

Revolusi industri yang ketiga dipicu oleh berkembangnya teknologi digital dan komputer. Sejak berakhirnya perang dunia kedua hingga akhir abad ke-20, perkembangan industri komputer yang dimulai dengan penemuan kalkulator digital sangatlah pesat. Negara Amerika Serikat adalah penggerak dari revolusi industri dengan ditandai booming-nya perusahaan yang berbasis teknologi komputer di daerah lembah silikon, California.

Pada jaman ini, Indonesia sudah merdeka. Walaupun Indonesia sempat ketinggalan revolusi industri 1 & 2, namun tetap bisa mengejar revolusi industri 3.0. Penerapan teknologi informasi sudah merupakan hal yang lumrah terlihat di banyak perusahaan/pabrik.

Pemicu Revolusi Industri 4.0

Bersyukurlah kita karena kita saat ini berada di jaman transisi, yaitu di penghujung revolusi industri 3.0 dan baru akan masuk ke revolusi industri 4.0. Pemicu revolusi industri 4.0 adalah teknologi mobile, cloud, kecerdasan buatan, big data, internet of things dan banyak jargon-jargon komputer lainnya yang akan mengeyitkan jidat Anda.

Saya tidak akan membahas semua istilah tersebut di atas karena tidak ada gunanya bagi Anda. Yang ingin saya bahas adalah bagaimana caranya Anda bisa ikut serta dalam arus ini.

Strategi Mengikuti Revolusi Industri 4.0

Strategi Pertama: Kuatkan Fundamental

Fundamental yang dimaksud di sini adalah teknologi informasi yang dibawa oleh revolusi industri 3.0. Berbeda dengan revolusi industri 1.0 & 2.0 yang bisa Anda loncati dan langsung ke 3.0, Anda tidak bisa ke 4.0 tanpa melewati 3.0.

Caranya mudah. Bagi yang perusahaannya belum menggunakan software akuntansi, segera gunakan. Jangan jadikan tidak ada anggaran menjadi alasan untuk tidak pakai software akuntansi karena ada yang gratis. Juga untuk software-software dasar lainnya, seperti HRD, payroll, absensi, arsip, dan lain-lain.

Bila perusahaan Anda berada di industri manufaktur, mulailah menggunakan software yang dirancang khusus untuk pabrik. Anda baru bisa melakukan efisiensi atas apa yang bisa Anda ukur. Anda hanya bisa ukur sesuatu bila sudah Anda catat.

Strategi Kedua: Mulai Gunakan Teknologi Cloud.

Sekarang sudah tersedia banyak software dengan teknologi cloud yang umumnya dikenal sebagai Software as a Service (SaaS). Mulai saja dulu menggunakan SaaS yang gratisan, seperti Google Doc dan mulai pindahkan semua dokumen-dokumen office Anda ke online. Dengan teknologi cloud akan memberikan kebebasan Anda dari kungkungan kantor secara fisik. Hal ini sangat penting terutama di saat-saat seperti sekarang ini di mana kita diminta untuk bekerja dari rumah.

Setelah dokumen office dialihkan ke SaaS, Anda juga bisa alihkan file server Anda ke cloud. Kalau masih belum ada anggaran, silakan gunakan Google Drive. Dan juga semua program yang jalan di server Anda saat ini. Targetnya adalah di kantor Anda sudah tidak ada lagi server secara fisik. Pada titik itu, kantor Anda sudah berhasil mencapai kondisi yang dinamakan No-ops company.

Strategi Ketiga: Mulai Adopsi Teknologi Terkini

Setelah kedua strategi di atas Anda implementasikan, baru kita mulai adopsi teknologi-teknologi terkini yang saat ini sedang berkembang. Tergantung dari industri Anda. Bila Anda bergerak di bidang manufaktur, IoT merupakan kebutuhan yang penting.

Anda butuh sensor-sensor di segala lini produksi Anda agar bisa melacak, mendeteksi dan menghitung hasil produksi Anda secara otomatis.

Anda juga perlu mempertimbangkan penggunaan software untuk menyusun jadwal produksi secara adaptif mengikuti perubahan permintaan yang dinamis.

Dengan pencatatan yang lebih cepat dilakukan, maka informasi yang dihasilkan bisa real-time. Informasi yang real time akan membantu Anda untuk membuat keputusan yang lebih tepat dan cepat. Bila Anda mampu membuat keputusan yang tepat dan cepat, niscaya perusahaan Anda bisa memenangi kompetisi.

Demikian artikel ini ditulis. Semoga bermanfaat bagi Anda yang ingin menerapkan teknologi terbaru agar bisa mengikuti arus revolusi industri 4.0.