Cara membaca laporan keuangan untuk pengusaha

Cara Baca Laporan Keuangan Untuk Pengusaha

Sebagai pengusaha bisa jadi Anda tidak paham dan tidak pernah belajar tentang akuntansi. Artikel ini ditulis untuk membantu para pengusaha memahami laporan keuangan yang sudah dihasilkan oleh software akuntansinya tanpa harus memahami detail tentang akuntansi.

Ada 3 jenis laporan keuangan utama yang semua pengusaha perlu pahami. Kita akan bahas 1 per 1 di bawah ini.

Laporan Cash Flow

Mungkin berbeda dengan banyak artikel yang lain yang terlebih dahulu membahas laporan neraca atau laba rugi, menurut saya, di antara semua laporan keuangan, laporan cash flow-lah yang paling penting.
Untuk membuktikan bahwa laporan cash flow adalah laporan yang paling, coba saja tanyakan ke pengusaha: laporan apa yang selama ini selalu mereka pelototi? Hampir bisa dipastikan jawabannya adalah: buku bank atau rekening koran bank.

Mengapa? Karena aliran uang ibaratnya darah bagi sebuah perusahaan. Walaupun bisnis Anda menguntungkan, tapi kalau aliran uangnya tidak lancar, niscaya perusahaan Anda akan mati.

Tipe Laporan Arus Kas

Laporan arus kas ada 2 metode, yaitu: Direct method & indirect method.
Direct method akan menampilkan transaksi-transaksi apa saja yang menyebabkan arus kas naik/turun. Sedangkan indirect method menampilkan penurunan atau kenaikan akun-akun yang menyebabkan arus kas bergerak.
Pada dasarnya, kedua metode itu akan menghasilkan angka yang sama.

Laporan arus kas terdiri dari 3 bagian, yaitu akan dijelaskan berikut ini.

Arus kas dari operasional

Sesuai dengan namanya, arus kas dari operasional akan mencatat uang yang keluar dan masuk yang bersumber dari transaksi operasional perusahaan Anda. Semua uang hasil dari transaksi jual-beli, hutang-piutang akan muncul di sini.

Angka ini sangat penting untuk diperhatikan karena merupakan jantung dari perusahaan Anda. Bila angka sub total di bagian ini negatif, segera ambil tindakan untuk memperbaikinya.

Arus kas dari pembiayaan / financing

Bagian kedua dari laporan arus kas adalah arus kas dari pembiayaan atau financing. Anda jangan senang dulu bila angka di bagian ini positif. Itu artinya perusahaan Anda menerima uang dari pinjaman (bisa dari bank maupun hutang non dagang lainnya). Kalau angka di sub total ini negatif, berarti ada arus uang yang keluar untuk membayar hutang. Anda perlu hati-hati mengontrol arus uang keluar di bagian ini untuk memastikan arus kas secara keseluruhan masih sehat.

Arus kas dari investasi

Arus kas yang terakhir adalah arus kas yang berasal dari investasi.
Bila angka di bagian ini negatif berarti perusahaan ada mengeluarkan uang untuk melakukan investasi, baik jangka pendek, menengah maupun panjang. Angka negatif di bagian sini bisa dikatakan bagus bila di kemudian hari investasi yang dilakukan bisa memberikan imbal hasil yang bagus sehingga akan mengubah angka di sub total bagian ini menjadi positif. Untuk mencapai hal itu, tentu saja Anda perlu berhati-hati menempatkan dana perusahaan Anda di instrumen investasi yang tepat.

Laporan Neraca

Laporan keuangan kedua yang pengusaha perlu lihat adalah neraca. Berbeda dengan laporan arus kas, laporan neraca sedikit lebih kompleks.
Secara umum, neraca dibagi menjadi 2 (atau lebih tepatnya 3 bagian), yaitu: aktiva atau sering juga disebut dengan aset dan passiva yang terdiri dari Hutang & Modal.

Banyak pengusaha yang tidak mengerti tentang akuntansi yang merancukan antara aset dan modal. Penjelasan sederhananya adalah: Aset adalah segala sesuatu yang dimiliki oleh perusahaan, sedangkan modal adalah segala sesuatu yang Anda sebagai pengusaha masukan ke dalam perusahaan.

Secara bentuk, neraca ada 2 macam. Yang paling umum adalah yang menyandingkan Aktiva di sebelah kiri dan Pasiva di sebelah kanan.
Model kedua sebetulnya sama dengan yang pertama, hanya bedanya sisi Pasiva diletakan di bawah Aktiva.

Neraca ibaratnya sebuah potret kondisi perusahaan Anda per tanggal tertentu. Jadi pastikan anda cek dulu di judul laporannya, per tanggal berapa angka yang sedang disajikan.

Berikut cara Anda membaca neraca:

Harus Seimbang

Sesuai dengan namanya, neraca atau balance sheet, pastikan angka di aktiva & pasiva sama persis. Kalau tidak sama, minta manager akuntansi Anda cek ulang. Atau mungkin software akuntansi yang digunakan ada yang salah posting.

Saldo Kas & Bank

Angka kedua yang perlu Anda lihat adalah Kas & Bank.
Angka ini ada di kiri atas. Kalau laporan arus kas memperlihatkan dari atau ke mana uang Anda, maka di neraca menunjukan saldo per tanggal neraca itu dibuat. Kalau saldonya menipis, segera balik ke laporan arus kas dan cek bagian apa yang perlu dikendalikan.

Saldo Piutang

Angka ketiga yang perlu Anda perhatikan adalah Piutang. Piutang adalah uang yang seharusnya Anda terima. Kalau angkanya di luar standard Anda, segera buka buku pembantu piutang yang berisi perincian piutang Anda per customer per faktur. Telusuri siapa saja yang piutangnya perlu segera ditagih.

Lain-lain

Sisa angka yang lain bisa Anda lihat sekilas, seperti: Persediaan, hutang dagang, aset tetap dan modal.

Bila Anda sedang mau meningkatkan arus kas, silakan lihat artikel saya yang lebih spesifik membahas mengenai hal ini.

Cara membaca laporan neraca

Laporan Laba Rugi

Laporan keuangan ketiga atau yang terakhir yang akan kita lihat adalah laporan laba-rugi. Saya sengaja menempatkan laporan laba rugi di bagian akhir bukan karena tidak penting. Sebagai pengusaha, laba rugi perusahaan sudah menjadi intuisi dan darah daging Anda sendiri. Betul? Jadi sebetulnya secara intuisi Anda sudah tahu kurang lebihnya berapa keuntungan perusahaan Anda. Laporan ini hanya untuk menampilkan angka persisnya berapa.

Penjualan

Bagian paling atas dari laporan laba rugi adalah penjualan. Tergantung dari seberapa rinci akun penjualan yang Anda buat, di bagian ini Anda bisa melihat total penjualan Anda terdiri dari apa saja. Bila angka di neraca tidak terlalu rinci, Anda bisa mengeluarkan rekap penjualan per barang. Bila Anda menggunakan software akuntansi, laporan ini bisa disajikan hanya dalam 1 klik saja.

HPP

Angka kedua yang muncul persis di bawah penjualan adalah Harga Pokok Penjualan. Ini adalah biaya variabel perusahaan Anda. Variable artinya adalah: Semakin tinggi penjualan Anda, semakin besar juga angka yang muncul di HPP Anda.

Di bagian ini, Anda tidak melihat angkanya. Yang Anda lihat adalah persentasenya. Kalau Anda pakai software, silakan munculkan kolom ini. Kalau tidak, silakan hitung manual. Bagikan antara angka HPP dengan angka penjualan. Angka yang muncul adalah persentase harga modal Anda.

Seperti yang saya katakan di atas, sebagai pengusaha, Anda pasti tahu berapa persen kisaran modal Anda. Bila angka yang muncul jauh dari perkiraan Anda, segera cari tahu apa yang terjadi. Persis di bawah HPP Anda akan melihat angka laba kotor, yaitu penjualan dikurangi HPP. Jangan senang dulu dengan angka ini karena masih ada biaya-biaya lain yang harus Anda perhatikan.

Biaya Operasional

Tergantung bagaimana manager akunting Anda membagi tipe akun biaya Anda, Anda bisa melihat semua biaya yang Anda keluarkan di bagian ini.
Sebagai pengusaha, Anda tidak perlu tahu semua angka ini. Yang perlu Anda lakukan ada 2 yaitu:

  1. Lihat angka-angka yang paling tinggi (mungkin top 5 atau 10). Cek apakah angkanya masuk akal/wajar? Apakah masih bisa diturunkan?
  2. Yang kedua adalah sandingkan dengan laporan beberapa bulan yang lalu. Dari situ Anda bisa melihat kenaikan atau penurunan angka-angka tersebut.

Angka Laba kotor di atas dikurangi dengan total biaya akan didapatkan angka EBITDA (Earning Before Interest, Tax, Depreciation and Amortization) yaitu: Pendapatan sebelum bunga bank, pajak, depresiasi dan amortisasi. Umumnya pengusaha tidak kesulitan untuk mengetahui angka laba kotor. Sekali mereka tahu berapa omzet total mereka, mereka langsung tahu estimasi laba kotornya. Tapi banyak pengusaha yang tidak sadar mengenai EBITDA mereka. Alasannya adalah karena angka ini kecil-kecil dan banyak.

Laba Bersih

Bagian paling bawah ada depresiasi aset dan pendapatan/biaya lain-lain, serta pajak. Angka bagian ini silakan Anda lihat sekilas saja. Setelah itu segera lihat angka di bagian paling bawah, yaitu: Laba Bersih atau Net Income. Angka ini yang menentukan apakah perusahaaan Anda bisa bertahan atau tidak. Bila angka yang muncul negatif, hati-hatilah.

Kalau cash flow Anda masih positif, berarti pada dasarnya Anda sedang gali lubang tutup lubang. Segera perbaiki dengan cara mengurangi HPP dan biaya operasional Anda.

Cara membaca laporan laba rugi

Demikian artikel ini ditulis. Semoga bisa membantu Anda sebagai pengusaha untuk mencerna laporan keuangan yang dihasilkan oleh accounting manager atau software akuntansi Anda.