jurnal akuntansi

Jurnal Akuntansi

Definisi

Arti harafiah dari jurnal adalah catatan. Jadi bebas dari jurnal akuntansi adalah catatan transaksi yang terjadi di dalam sebuah perusahaan. Transaksi yang dimaksud di sini adalah semua transaksi yang berhubungan dengan uang.

Tujuan dari jurnal akuntansi adalah agar data tersebut bisa diolah menjadi laporan keuangan. Sedangkan tujuan dari laporan keuangan adalah agar pengusaha bisa memahami apa yang terjadi di dalam perusahaan tersebut.

Untuk menjadi sebuah jurnal akuntansi yang benar, minimal harus ada 3 data utama, yaitu:

  1. Tanggal transaksi.
  2. Keterangan atau penjelasan transaksi apa yang dicatat. Dibuat seringkas namun sejelas mungkin.
  3. Nominal transaksi dalam satuan mata uang lokal.

Single Entry

Jurnal transaksi sebetulnya mudah sekali. Dari warung rokok di pinggir jalan hingga toko-toko tradisional pasti sudah melakukan jurnal transaksi. Tapi jurnal yang dibuat umumnya berupa single entry dan relatif terhadap bank.

Berikut contoh jurnal single entry:

TanggalKeteranganTambahKurangSaldo
1 Jan 2020Saldo awal1.000.000
3 Jan 2020Beli ATK100.000900.000
7 Feb 2020Jual ATK150.0001.050.000

Hampir semua usaha, sekecil apa pun ukurannya, pasti mempunyai jurnal transaksi yang kurang lebih seperti itu.

Kelemahan Jurnal Single Entry

Sistem jurnal single entry tidak digunakan dalam akuntansi karena ada kelemahan, yaitu:

  1. Hanya melihat dari 1 sisi saja. Dalam contoh di atas, hanya melihat dari sisi kas saja.
  2. Kelemahan kedua adalah sulit untuk mengontrol atau memastikan bahwa jurnal itu sudah tepat.

Karena kelemahan tersebut, maka dicarilah cara yang lebih baik. Seorang ahli matematika dari Italia menemukan sistem double entry yang akhirnya menjadi standard de facto untuk jurnal akuntansi.

Double Entry

Berbeda dengan sistem single entry yang hanya mencatat sebuah transaksi dari 1 sisi saja, sistem double entry mencatat 1 transaksi dari minimal 2 sisi. Agar bisa mencatat dari 2 sisi, ada istilah Debit dan Kredit. Setiap jurnal akuntansi selalu ada minimal 1 yang dicatat di sisi debit dan minimal 1 di sisi kredit.

Membingungkan

Bagi orang awam, istilah debit kredit ini akan membingungkan. Alasannya ada 2. Pertama: Debit tidak selalu bertambah dan kredit tidak selalu berkurang. Ada saatnya artinya terbalik. Alasan Kedua adalah pencatatan bank untuk debit & kredit juga terbalik dibandingkan pencatatan kas dari sisi perusahaan.

Menjelaskan tentang debit & kredit membutuhkan artikel yang lain. Demi memperpendek artikel ini, kita berasumsi Anda sudah paham kapan transaksi dicatat di sisi kredit dan debit.

Contoh Jurnal Double Entry

Berikut contoh jurnal transaksi double entry:

TanggalKeteranganAkunDebitKredit
2 Jan 2020Setoran modal awalKas10.000.000
Modal disetor1.000.000
5 Jan 2020Beli ATKPersediaan100.000
Kas100.000
7 Jan 2020Jual ATKKas150.000
Penjualan150.000
HPP100.000
Persediaan100.000

Kalau Anda perhatikan, jurnal akuntansi untuk masing-masing transaksi tidak harus 2 baris, tapi minimal 2. Transaksi ke-3 bahkan mempunyai 4 entry atau baris.

Mulai sekarang, saat kita menyebut kata jurnal, selalu berarti jurnal dengan sistem double entry ya.

Macam-Macam Jurnal

Jurnal akuntansi secara garis besar bisa dibagi menjadi 2, yaitu jurnal umum dan jurna khusus. Yang dimaksud dengan jurnal umum adalah jurnal akuntansi biasa yang tidak sering terjadi. Pada dasarnya semua jurnal akuntansi dapat disebut sebagai jurnal umum.

Jurnal Khusus

Karena bentuk jurnal untuk transaksi-transaksi tertentu selalu sama bentuknya, maka dibuatlah kategori khusus bagi jurnal untuk transaksi-transaksi tertentu.

Contoh jurnal khusus adalah:

  • Jurnal Penjualan
  • Jurnal Pembelian
  • Jurnal Kas Keluar
  • Jurnal Kas Masuk

Jurnal-jurnal yang tidak ada kategori khususnya akan disebut sebagai jurnal umum.

Software Akuntansi

Penggunaan alat bantu berupa software akuntansi sudah merupakan hal yang lazim. Alasannya adalah: karena siklus akuntansi merupakan proses yang panjang & repetitif. Tanpa menggunakan software, pekerjaan akuntansi akan memakan waktu yang lama & mudah sekali salah.

Software akuntansi akan sangat membantu dari sisi jurnal khusus. Jadi umumnya software sudah menyediakan form-form khusus untuk setiap jenis jurnal khusus. Misalkan: Form Penjualan untuk mengisi transaksi penjualan. Setelah transaksi penjualan diisi, jurnal penjualan akan otomatis terbentuk debit-kredit-nya. Hal ini akan mempercepat pekerjaan dan mengurangi kesalahan.

Bagi Anda yang belum menggunakan software akuntansi untuk meringankan pekerjaan Anda, mulai saja dulu menggunakan software akuntansi yang gratis.

Semoga tulisan ini berguna bagi Anda.