cara menghitung hpp

Cara Menghitung HPP

HPP adalah Harga Pokok Penjualan. Istilah lain yang juga sering digunakan adalah COGS yang merupakan singkatan dari Cost Of Goods Sold. Menghitung HPP dengan tepat bisa membantu Anda menjadi lebih kompetitif dalam menentukan harga jual.

Sebagai contoh: bila Anda membeli barang seharga 1000 lalu dijual lagi seharga 1200, maka HPP Anda adalah 1000 dan keuntungan kotor Anda adalah 200. Namun bila tiba-tiba kompetitor Anda membanting harga barang yang sama menjadi 1100, bila Anda mau bersaing, tentunya Anda harus tahu persis dulu berapa HPP Anda sebelum melakukan penyesuaian harga jual, bukan?

Artikel ini akan menjelaskan cara-cara menghitung HPP yang bisa Anda gunakan. Ada banyak cara untuk menghitung HPP. Contoh perhitungan di atas adalah salah satunya tapi hanya cocok untuk perusahaan dengan produk dan jumlah transaksi sedikit. Kita perlu cara perhitungan yang lebih praktis untuk perusahaan yang jumlah barang dan transaksi jual-beli banyak sekali.

Sistem Periodik

Cara pertama yang paling mudah untuk menghitung HPP adalah dengan sistem periodik. Disebut periodik karena perhitungan HPP ini hanya dilakukan di akhir periode akuntansi (biasanya di akhir bulan).
Rumus yang digunakan sebetulnya mudah. Ingat saja prinsip ini. Nilai Inventory akhir = Nilai Inventory awal + Nilai pembelian inventory – Nilai inventory yang terjual. Nilai inventory yang terjual itulah yang disebut sebagai HPP. Jadi rumus di atas menjadi:

HPP = Nilai inventory awal + pembelian - nilai inventory akhir

Di mana:

  • Nilai inventory awal adalah nilai semua persediaan Anda di awal periode.
  • Pembelian adalah nilai pembelian inventory selama periode tersebut.
  • Nilai inventory akhir adalah nilai semua persediaan Anda di akhir periode. Nilai ini otomatis akan menjadi nilai inventory awal di periode selanjutnya.

Menghitung total pembelian di periode tertentu harusnya mudah. Anda tinggal hitung semua faktur pembelian persediaan bersih Anda. Yang menjadi tantangan adalah menghitung nilai persediaan akhir. Untuk mendapatkan angka ini, Anda perlu melakukan stock opname, yaitu menghitung saldo stock Anda 1 per 1 setelah itu kalikan dengan nilai stock tersebut. Metode pengakuan nilai barang juga beragam. Kita akan bahas di bawah. Yang paling mudah adalah gunakan harga beli terakhir.

Jurnal metode periodik

Saat pembelian:

Persediaan           xxxx
    Hutang Dagang        xxxx 

Saat penjualan:

Piutang dagang      xxxx 
    penjualan           xxxx

Saat akhir periode harus dilakukan jurnal penutup sebagai berikut:

HPP                xxxx
   Persediaan          xxxx

Angka xxxx diambil dari rumus HPP di atas.

Kelemahan Metode Periodik

Walaupun sistem perhitungan HPP dengan metode periodik lebih sederhana dan mudah, tapi ada keleman, yaitu:

  1. Hanya bisa tahu HPP total per perusahaan. Tidak bisa tahu HPP per produk atau per faktur penjualan.
  2. Karena perhitungannya per periode, saat di tengah periode, kita belum tahu berapa HPP-nya. Kondisi ini akan menyulitkan saat harga beli berfluktuatif.
  3. Perhitungan cost per item saat perhitungan saldo akhir persediaan tetap perlu dihitung dengan cermat bila ingin mendapatkan HPP yang akurat.

Sistem Perpetual

Dengan mempertimbangkan kelemahan tersebut di atas, maka dibuatlah metode perhitungan HPP yang lebih canggih, yang dinamakan perpetual. Perpetual secara harafiah artinya terus menerus. Jadi Metode perhitungan hpp secara perpetual artinya HPP langsung dihitung setiap kali dilakukan penjualan.

Jurnal Metode Perpetual

Agar bisa mudah menjelaskan mengenai metode perpetual ini, lebih baik kita langsung saja melihat jurnalnya.

Jurnal Pembelian

Inventory    xxxx
    Hutang Dagang  xxxx

Jurnal Penjualan

Piutang dagang   xxxx
   Penjualan         xxxx
HPP              xxxx
   Inventory         xxxx

Perhatikan bahwa jurnal HPP langsung muncul setiap kali terjadi penjualan. Dengan cara seperti ini, tidak perlu ada jurnal penutup di akhir periode lagi.

Keuntungan metode perpetual:

  1. Bisa tahu HPP setiap saat
  2. Bisa tahu HPP (dan laba kotor) per produk dan per invoice.

Terlepas dari keuntungannya, metode perpetual juga ada kelemahannya, yaitu:

  1. Jurnal penjualan lebih rumit karena HPP harus dihitung setiap saat.
  2. Bila ada koreksi harga beli, maka setiap jurnal penjualan yang sudah dibuat harus dikoreksi 1 per 1.

Perhitungan Cost Inventory

Kalau kita perhatikan di atas, sebetulnya baik perhitungan dengan metode periodik maupun perpetual sama-sama harus menghitung nilai dari persediaannya. Ada beberapa cara perhitungan nilai persediaan, antara lain: Rata-rata (Average), FIFO (First In First Out) dan LIFO (Last In First Out) serta Special Indentification atau identifikasi khusus.
Kali ini kita hanya akan membahas 2 yang pertama.

Metode Rata-Rata

Prinsip dari perhitungan cost inventory dengan metode rata-rata adalah: setiap kali ada pembelian inventory yang baru, harga baru ini akan dirata-ratakan dengan sisa inventory yang masih ada secara proporsional berdasarkan kuantitasnya.

Untuk perhitungan metode rata-rata rumusnya adalah:

Cost avg baru = Qty akhir x cost avg terakhir + qty baru x cost baru / Qty akhir + Qty baru

di mana:

  • Cost avg baru = Cost rata-rata yang baru akibat masuknya barang baru.
  • Qty akhir = quantity barang terakhir sebelum pembelian
  • Cost avg akhir = cost rata-rata barang sebelum pembelian
  • Qty baru = quantity barang yang dibeli
  • Cost baru = harga barang pembelian

Rumus ini harus dihitung setiap kali ada transaksi pembelian yang masuk.

Setiap kali penjualan yang di lakukan setelah tanggal pembelian ini, cost rata-ratanya akan menggunakan hasil perhitungan ini. Cost rata-rata ini akan terus digunakan sampai ada pembelian lagi.

Penjelasan lebih lengkap dapat Anda baca di artikel berikut ini.

Metode FIFO

Untuk perhitungan cost inventory dengan metode FIFO, perhitungannya lebih rumit lagi. Prinsip dari FIFO adalah cost barang yang masuk duluan harus keluar duluan. Jadi, untuk bisa menghitung cost-nya secara akurat, Anda harus mengetahui posisi terakhir cost yang sudah terpakai ada di mana.
Untuk membantu Anda memahami metode perhitungan FIFO, silakan Anda baca artikel yang sudah saya tulis atau simak video yang sudah saya siapkan berikut ini.

Cara Perhitungan Cost Inventory dengan metode FIFO

Metode Mana Yang Banyak Digunakan Saat Ini?

Jaman sekarang, pada umumnya perusahaan sudah menggunakan metode perpetual karena benefitnya lebih banyak. Untuk menghindari kerumitan perhitungannya, digunakanlah software akuntansi. Jadi semua perhitungan HPP tersebut secara otomatis akan dihitung oleh software.

Bila Anda belum menggunakan software akuntansi dan barang dagang di perusahaan Anda masih sedikit, Anda masih bisa menghitung HPP dengan cara periodik. Cukup dengan program spread sheet sudah memadai. Namun bila barang dagangan Anda banyak, saya sarankan gunakan saja software akuntansi. Bila harga yang menjadi kendala, silakan gunakan FINA Free Edition yang gratis.

Demikian artikel ini dibuat, semoga membantu Anda memahami cara menghitung HPP.